Author - Eyraraa
Rating -
Genre - Romance, Sad, Happy
Main Case - Jessica'SNSD, Luhan'EXO-M,
Other Cast - Tiffany'SNSD, Xiumin'EXO-M, Hyoyeon'SNSD, Baekhyun'EXO-K
Pairing - HanSica, MinFany, BaekHyo
Author Note - FF ini inspirasi dari sebuah kisah cinta. Sweet sangat ;)
Luhan'POV
Nama ku Xi Luhan, aku seorang artis terkenal di korea dan china. Aku selalu berulang-alik pergi ke tempat itu. Hari ini, ditemani oleh kawan ku iaitu Kim Minseok dan juga Byun Baekhyun yang juga sama terkenal nya sama aku pergi ke Paris untuk menjalani shooting, photoshoot dan juga bertemu fans di sana. Kami akan mengadakan sidang media semasa berada di sana .
Sejak tadi, ada seorang perempuan misteri yang mengambil perhatian ku ketika berada di dalam airport.
Flasback
Seperti biasa, jika kami bertiga kemana-mana pasti akan banyak peminat yang mengerumuni kami. Menyebabkan kami susah untuk berjalan tetapi, itu sudah biasa bagi ku. Malah, aku merasa bangga diikuti peminat ke mana sahaja aku pergi. Ketika aku sedang leka berjalan, nampaknya ada seseorang yang terlanggar bahu oleh ku. Aku langsung menoleh dan melihat orang itu, banyak sekali bicara nya. Dia mengomel yang bukan-bukan. Dia bilang aku ini ceroboh la itu lah, aku hanya tersenyum dan langsung menghulurkan tangan ku untuk membantunya. Sepertinya, dia terkejut melihat ku. Mungkin terpesona akan ketampanan ku ini. Lalu aku menanya dia, dia hanya diam membisu dan menyambut huluran tanganku. Tangan nya lembut seperti bayi. Wajahnya, iya dia memang cantik persis bidadari, tapi Deg! deg! deg jantung ku sepertinya berdenyut ketika aku mengengam tangannya. Dia sepertinya heran melihat ku, dan sepertinya dia tidak mengenaliku. Jika mereka mengenal ku, mereka akan berteriak persis orang gila, tapi tidak dengan dia, dia hanya diam dan mengucapkan terima kasih. Langsung aku mengeluarkan senyuman smirk yang sememangnya menggoda dan bikin perempuan diluar sana hanya tercenggang.
Ketika aku hendak turun dari pesawat, aku melihat ada dompet yang tertinggal di kerusi. Aku langsung mengambil dan mengenggam nya. Mungkin dompet ini sememangnya penting sekali untuk orang itu, aku membuka dompet itu dan menarik keluar kad yang ada di dalam . Aku melihat gambar itu, sepertinya aku kenal pikir ku sorang-sorang Jung Sooyeon? Jadi nama dia Jung Sooyeon ? Anak dari pengeluar aset terkenal di dunia, Jung Corporation Sdn.Bhd. Aku langsung berjalan menuju ke arah bagasi, mungkin dia masih berada di sana. Dan benar dugaan ku, dia memang masih berada di sana. Dia mencari-cari sesuatu. Aku yakin dia mencari dompet ini.
Aku memberi dompet ini ke arah nya, dia hanya tersenyum dan mengucap kan terima kasih. Dia terus mengomel-ngomel jika aku tidak menemukan dompet nya. Aku hanya menggeleng-geleng dan tersenyum melihat tingkah laku nya yang imut itu. Sementara, Minseok dan Baekhyun menggoda temannya. Aku langsung menarik mereka pergi kerana, aku ngak mau masuk surat khabar lagi atas skandal murahan begini. Dan sejak itulah, gadis itu seperti nya mencuri perhatian ku. Dia selalu terbayang dalam ingatanku.
Jessica'POV
Adagio Paris Tour Eiffel Hotel
Setelah mencari hotel yang sesuai dan mewah, kami mula berehat dan menyegarkan diri di hotel. Kerana pastinya, kami akan shopping sepuas-puasnya .Sememangnya, Aku dan Tiffany penggila fashion Hyo juga tapi dia tidak terlalu obses. Akibat dari kepenatan, kami semua terlelap sampai malam.
''Jess, bangun.. emangnya kau ngak ikut shopping??'' kata Tiffany yang sudah bersiap, diikuti dengan Hyo.
''wuaa, malas aah''
''ayolah Jess, kita kan udah lama mau pergi ketempat itu''
''iya, iya aku mandi''
''yaa. itu lebih bagus''
Aku dengan segera mandi dan merapikan diri untuk turun dari hotel pergi membeli-belah. Seperti yang aku bilang tadi, aku dan Tiffany memang penggila fashion.
Pusat Beli-belah Carroussel du Louvre France, Paris
''Hyo!!! liat itu murah sekali. ayo cepat'' kata ku dan Fany serentak apabila kami sudah sampai dan langsung menyerbu kedai itu.''
Hyoyeon hanya bisa mengangguk dan menuju ke tempat itu, sementara aku dan Tiffany sudah lama masuk ke dalam. Setelah beberapa jam shopping di beberapa kedai kami akhirnya membuat keputusan untuk mencari restoran yang sedap untuk makan. Jujur saja aku masih belum puas, tapi apa kan daya perut aku sudah marah minta makanan.
Kami terus mencari-cari dan akhirnya kami menemui restoran itu, meski lumayan banyak orang di dalam sana. Kami tetap ingin makan di situ.
A la Ville de Petrograd Restoran France, Paris
''yahh, orang nya ramai sekali'' kata Hyoyeon dengan muka murungnya.
Aku dan Tiffany hanya mengangguk tanda setuju. Dan akhirnya kami menemukan tempat yang baru sahaja pemilik nya keluar kerana selesai makan. Aku dan mereka cepat-cepat berlari ke meja itu dan langsung duduk.
''lega. akhirnya kita dapat tempat juga ya'' kata Tiffany
''iya, siapa juga yang nampak. Jessica ok'' kata ku angkuh
''iya, iya kita langsung pesan aja'' kata Hyoyeon
Setelah itu, kami langsung memesan makanan dan akhirnya makanan itu pun tiba. Kami langsung menikmati sambil bercanda ria dan ketawa-ketawa ngak jelas. Akhirnya, ada sesuatu yang menarik perhatian kami.
''ehh Jessica, Tiffany, liat itu ada apa ya?'' tanya Hyoyeon penasaran sambil menunjuk ke arah orang ramai tersebut .
''iya, ada apa ya?'' tanya Tiffany pula.
''mungkin hanya ada orang cedera, atau artis gitu yang masuk ke sini. Yah wajarlah bagi mereka'' kata ku tanpa mengalih kan pandangan ku ke arah orang ramai tersebut. Kerana aku tau, itu pasti ngak penting. Tiba-tiba..
''Jessica! Hyoyeon! itu kan orang yang ada di airport tadi. Wahh, tampan sekali ya ampun..'' kata Tiffany langsung berdiri diikuti oleh Hyoyeon.
''mwo? mereka tadi? pasti yang dia orang yang telah menolong ku'' aku langsung mencari-cari orang yang dimaksudkan Tiff dan Hyo. Dan orang itu baru sahaja memasuki restoran di mana aku , Fany dan Hyo makan. Aku hanya bisa terdiam dan hanya melihat nya dari jauh. Sepertinya dia menyedari kehadiran ku. Dia menatap ku dan aku juga menatap nya. Tatapan kami hilang apabila semakin banyak peminat mengerumuni mereka. Aku hanya bisa pasrah dan mencari-cari sosok dia. Tapi nihil, dia langsung duduk di meja nya. Pengurus mereka menyuruh pengawal untuk mengusir peminat yang tidak makan disitu. Dan aku kembali dapat melihat sosok nya dia. Dia sepertinya juga langsung menyedari kehadiran ku dan menatap ku dengan tatapan yang menggoda. Aku hanya tertunduk malu. Deg!deg!deg! jantung ku berdenyut kembali. Jantung ku semakin laju berdenyut apabila aku dengan malu-malu menatap nya dan dia juga masih menatap ku. Aduhh, kini wajah ku betul-betul merah. Apalagi meja kami betul-betul berhadapan dengan meja yang mereka duduki.
Luhan'POV
Setelah sampai di Paris. Kami langsung disuruh masuk ke hotal dan mandi. Malam ini, kami akan makan di sebuah Restorang yang terkenal di Paris. Kami pun langsung menuju ke sana. Seperti biasa, banyak fans yang datang mengerumuni kami. Ketika kami sudah sampai di pintu gerbang, aku sepertinya melihat seseorang yang berjaya merebut hati ku itu. Iya, dia Jung Sooyeon. Wahh, dia terlihat sangat cantik malam ini. Dia yang menyedari aku melihat nya pun juga melihat ku dengan tatapan polos tapi tetap saja cantik. Tatapan kami hilang kerana semakin banyak fans yang mengerumuni kami. Aku menyuruh pengurus kami untuk menghalau fans keluark kerana itu betul-betul membuat aku tidak boleh bernafas. Dan akhirnya kami menemukan tempat yang sesuai. Aku kembali mencari dia, dan ternyata meja kami betul-betul berhadapan dengan meja yang mereka duduk. Aku langsung menatap nya tidak berhenti kerana dengan cara ini semua perempuan pasti tergoda akan tatapan ku ini. Ku lihat dia hanya menunduk menahan malu, muka nya sepertinya merah. Aku hanya tersenyum dan terus memandang muka nya yang bagi ku sangat datar.
Jessica'POV
Selepas habis makan, aku memujuk Hyo dan Fany untuk kembali ke pusat membeli belah itu semula. Masih ada beberapa keperluan yang ingin ku cari. Tapi sayang, kedai itu sudah tutup. Aku merasa hampa dan menyuruh mereka untuk pulang semula ke hotal.
''Fany, Hyo kita pulang sajalah, kedai nya sudah tutup'' kata ku menundukkan muka.
''yah Jess, bagaimana kalau kita jalan-jalan?'' cadang Hyoyeon.
''iya benar, bagaimana kalau kita ke menara Effeil Tower saja? Menara itu kan dikenali sebagai kota cinta. Sesiapa saja yang membuat hajat menemukan pasangan masing-masing, pasti akan bertemu di sana? Bagaimanaaa?'' kata Tiffany memberi cadangan sambil menaikan alias nya.
''Kota cinta? sok tau kau Tiff. Mana mungkin ada orang yang kebetulan bertemu pasangannya di bawah menara Effeil Tower -,- ngak logik deh'' kata ku acuh tak acuh pada Tiffany.
''Terserah, yang penting kita ke sana yaaa?'' Tiffany langsung menarik tangan ku dan Hyoyeon. Kami hanya mengikut pasrah.
Effeil Tower
Selasa, 4 Jun 2013
Falling in love at Paris ( Part 1 )
Title -
Author - Eyraraa
Rating -
Genre - Romance, Sad, Happy
Main Case - Jessica'SNSD, Luhan'EXO-M,
Other Cast - Tiffany'SNSD, Xiumin'EXO-M, Hyoyeon'SNSD, Baekhyun'EXO-K
Pairing - HanSica, MinFany, BaekHyo
Author Note - FF ini inspirasi dari sebuah kisah cinta. Sweet sangat ;)
Jessica'POV
Hari ini aku berasa sangat gembira dan senang kerana hari ini, hari terakhir aku berada di kampus. Aku akan segera graduation dari kampus yang menyebalkan ini. Meski kampus ini milik orang tua aku, tapi aku wajib mengikut segala peraturan yang ada dalam kampus ini. Aku tidak boleh terlepas dari apa segala hukuman yang diberi. Aku juga sangat terkenal di kampus ini, mereka menggelar aku queen. Minggu hadapan aku, Tiff dan Hyo, akan segera bercuti dan makan angin ke France, Paris. Ya, sudah lama kami mengidam untuk kesana tetapi terpaksa ditunda atas kerja yang diberi dikampus. Orang tua ku menyuruh aku untuk menaiki pesawat peribadi keluarga Jung. Tapi aku menolak, kerana aku bisa menjaga diri ku. Menaiki pesawat peribadi dan pesawat yang sudah disediakan itu berlainan. Kami akan segera berangkat secepat mungkin. Appa juga menyuruh ku untuk membawa bodyguard supaya kami ngak diganggu semasa dalam perjalanan kesana. Aku menolak dengan baik kerana aku bisa mandiri.
pagi nya ....
''Tiffanyy!! Hyoyeon!! kita sudah telat. Cepat bangun'' seru ku pada mereka yang asyik tidur
''kau mengangu ku tidur saja Jess, emangnya jam berapa sekarang?''
''jam berapa? hey, ini itu sudah jam 8 pagi sayangg~ pesawat kita jam 9.''
''what? yah, Jess. kenapa ngak dibilang dari tadi, gue kan harus lurusin rambut, urusin itu , ini.''
''makanya mandi cepatt''
''iya, iya'' seru mereka berdua serentak.
**
''Omma, appa, aku berangkat ya byee !'' kata ku langsung keluar
''Jess, tunggu!''
''apalagi omma?''
''kau lupa sesuatu.''
''mwo?''
''oh itu. Suruh aja krystal yang bikin aku kn lagi buru-buru..bye omma bye appa'' kata ku langsung memeluk dan mencium pipi mereka berdua.
Incheon Airport Korea
''Tiff, Hyo.. cepatt'' kata ku dan langsung berlari menuju ke kaunter. Mereka berdua lagi jauh ketinggalan dibelakang kerana mereka membawa banyak bagasi ku dan juga bagasi mereka.
Ketika aku buru-buru menuju ke kaunter, ada banyak orang berkumpul disana, seakan-akan artis yang mereka kejar. Aku tidak peduli dan langsung menambrak orang yang berkuruman itu. Ketika aku berada si tempat orang ramai itu, seolah-olah ada yang menabrak bahu ku dan aku terjatuh.
''hey kau, apa tidak mempunyai mata menabrak orang sesuka hati? perangai mu ini bisa membuat orang benci sama kau'' kata ku marah-marah sambil memegang kaki ku yang sedikit terluka. Aku belum melihat siapa yang menambrak ku. Tiba-tiba ada satu tangan yang ingin menolong ku. Ada satu pemuda yang sangat tampan memakai pakaian yang seolah-olah dia artis dan bintang terkenal. Aku hanya diam terpaku melihat dia. Satu perkataan untuk orang ini ialah 'Tampan'
''hey, kenapa diam?'' pemuda itu menanya aku. Aku langsung tersedar dari lamunan ku dan melihat aku lagi dikerumuni banyak orang. Ada apa sebenarnya ini?
''sini aku bantu,'' pemuda itu menghulurkan tangannya buad ku. Aku hanya menerima huluran tangan nya dan langsung berdiri.
''maaf'' jawab pemuda itu ringkas lalu meninggalkan ku sambil tersenyum dengan smirk nya yang menggoda itu. Orang ramai yang mengerumuni aku yang tadi langsung pergi mengikut pemuda tadi itu. Dia siapa ya? Rasanya aku pernah lihat muka dia? Tapi di mana ya? Mengapa dia begitu menggoda? Mengapa ramai yang mengerumuni dia? Apa dia artis terkenal? Arghh, aku langsung tersedar dari lamunan bila Tiffany dan Hyoyeon memegang bahu ku. Oh ya, aku terlupa menuju ke kaunter.
''Jess, waeyo?''
''ah, aniyo.''
''kau sudah beli tiket?''
''mwo? tiket. Arghh, belum. Yah tiff , hyo aku beli dulu ya''
''Jessi, Jessi, gaya mu masih kayak dulu sajaa. Selalu keanak-anakan. Meski sudah lulus dari kuliah.''
Di dalam pesawat..
''Jess, hyo, aku udah ngak sabar loh pengen sampai di paris. Kalian kan tau, kita itu jarang bannget cuti nya. Paling-paling cuma 1 minggu. ''
''iya benerr.'' kata Hyo sambil mengangguk.
Aku hanya tersenyum dan aku masih memikirkan pasal orang itu. Kenapa jantung aku berdenyut dengan cepat bila memikirkan dia? Apakah aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama?
Charles de Gaulle Airport France,Paris
''huaaaa, akhir nya kita sampai juga yaa.. '' kata Tiffany.
''ia nii, aku ngak percaya. Cuaca disini sejuk juga yaa. Sama kayak di Korea'' kata Hyoyeon
''yasudahh, kita ambil bagasi dulu yaa. '' kata ku sambil berjalan menuju ke tempat bagasi
''ayoo!'' seru mereka berdua serentak.
**
''Excuse me, do you have any card?''
''yes, sure. wait'' kata ku kepada penjaga bagasi ini, dia tahu kami bukan orang sini justeru dia cakap English.
''oh damn! where my dompet. Fany, Hyo.. kalian tahu ngak mana dompet gue?'' kata ku cemas ketika melihat dompet ku tiada dalam beg.
''mwo? ceroboh sekali kau Jess, bentar'' kata Tiffany mengambil dompet nya.
''ohmygod! kad gue kan ada dalam dompet kau semasa kau mau beli tiket tadi. '' kata Tiffany dan Hyoyeon mengangguk.
''eh? dompet gue hilang Tiff, Hyo '' kata ku langsung menunduk.
''WHAT?!!!? seru mereka berdua serentak dan meneriak. Bagaimana mereka tidak terkejut, kalau tiada kad itu, pastinya kami ngak boleh keluar dari airport ini.
~
''apa ini punya kamu?'' tanya seorang pemuda yang datang tiba-tiba dan aku langsung menoleh kebelakang.
Oh my god! Ini kan lelaki tadi. yang menabrak aku. Buat apa dia kesini? Dan dia, bisa bicara korea?
''hello, kenapa diam?'' tanya nya yang heran melihat aku.
''oh ya, itu punya aku terima kasih ya, aku ngak tau kalau tiada kamu. Pasti aku sudah bermalam di sini. Urghh menyebalkan '' kata ku dan terus mengambil dompet dari dia. Deg! Deg! Deg! jantung ku berdenyut dengan cepat apabila aku menyentuh tanganya. Dia juga sepertinya kaget.
''dasar, lain kali jangan ceroboh ya. Cantik, tapi ceroboh'' kata nya sambil mengusap kepala ku dan langsung pergi. Lagi-lagi dia menunjukkan smirk nya yang menggoda itu. Aku langsung menunduk kerana aku tahu pasti muka aku lagi merah menahan malu..
~
''Jess, tadi yang menolong kamu itu siapa? Tampan sekali ya, lagi-lagi teman nya itu. wow! kayak nya aku pernah deh melihat mereka, tapi di mana ya?'' kata Tiffany terus berkahyal.
''aku sokong banget sama Tiffany, dia ganteng bangeett. Lagi-lagi temen dia..'' kata Hyoyeon dan juga ikut-ikutan Tiffany turut berkahyal.
''iya, aku mengaku dia sangat tampan. Emang dia ada teman? '' tanya ku pada mereka. Ishh, mereka tidak menjawab pertanyaaan ku dan terus berkahyal. Ini mereka berdua kenapa sih? Omel ku sorang-sorang.
Author - Eyraraa
Rating -
Genre - Romance, Sad, Happy
Main Case - Jessica'SNSD, Luhan'EXO-M,
Other Cast - Tiffany'SNSD, Xiumin'EXO-M, Hyoyeon'SNSD, Baekhyun'EXO-K
Pairing - HanSica, MinFany, BaekHyo
Author Note - FF ini inspirasi dari sebuah kisah cinta. Sweet sangat ;)
Jessica'POV
Hari ini aku berasa sangat gembira dan senang kerana hari ini, hari terakhir aku berada di kampus. Aku akan segera graduation dari kampus yang menyebalkan ini. Meski kampus ini milik orang tua aku, tapi aku wajib mengikut segala peraturan yang ada dalam kampus ini. Aku tidak boleh terlepas dari apa segala hukuman yang diberi. Aku juga sangat terkenal di kampus ini, mereka menggelar aku queen. Minggu hadapan aku, Tiff dan Hyo, akan segera bercuti dan makan angin ke France, Paris. Ya, sudah lama kami mengidam untuk kesana tetapi terpaksa ditunda atas kerja yang diberi dikampus. Orang tua ku menyuruh aku untuk menaiki pesawat peribadi keluarga Jung. Tapi aku menolak, kerana aku bisa menjaga diri ku. Menaiki pesawat peribadi dan pesawat yang sudah disediakan itu berlainan. Kami akan segera berangkat secepat mungkin. Appa juga menyuruh ku untuk membawa bodyguard supaya kami ngak diganggu semasa dalam perjalanan kesana. Aku menolak dengan baik kerana aku bisa mandiri.
pagi nya ....
''Tiffanyy!! Hyoyeon!! kita sudah telat. Cepat bangun'' seru ku pada mereka yang asyik tidur
''kau mengangu ku tidur saja Jess, emangnya jam berapa sekarang?''
''jam berapa? hey, ini itu sudah jam 8 pagi sayangg~ pesawat kita jam 9.''
''what? yah, Jess. kenapa ngak dibilang dari tadi, gue kan harus lurusin rambut, urusin itu , ini.''
''makanya mandi cepatt''
''iya, iya'' seru mereka berdua serentak.
**
''Omma, appa, aku berangkat ya byee !'' kata ku langsung keluar
''Jess, tunggu!''
''apalagi omma?''
''kau lupa sesuatu.''
''mwo?''
''oh itu. Suruh aja krystal yang bikin aku kn lagi buru-buru..bye omma bye appa'' kata ku langsung memeluk dan mencium pipi mereka berdua.
Incheon Airport Korea
''Tiff, Hyo.. cepatt'' kata ku dan langsung berlari menuju ke kaunter. Mereka berdua lagi jauh ketinggalan dibelakang kerana mereka membawa banyak bagasi ku dan juga bagasi mereka.
Ketika aku buru-buru menuju ke kaunter, ada banyak orang berkumpul disana, seakan-akan artis yang mereka kejar. Aku tidak peduli dan langsung menambrak orang yang berkuruman itu. Ketika aku berada si tempat orang ramai itu, seolah-olah ada yang menabrak bahu ku dan aku terjatuh.
''hey kau, apa tidak mempunyai mata menabrak orang sesuka hati? perangai mu ini bisa membuat orang benci sama kau'' kata ku marah-marah sambil memegang kaki ku yang sedikit terluka. Aku belum melihat siapa yang menambrak ku. Tiba-tiba ada satu tangan yang ingin menolong ku. Ada satu pemuda yang sangat tampan memakai pakaian yang seolah-olah dia artis dan bintang terkenal. Aku hanya diam terpaku melihat dia. Satu perkataan untuk orang ini ialah 'Tampan'
''hey, kenapa diam?'' pemuda itu menanya aku. Aku langsung tersedar dari lamunan ku dan melihat aku lagi dikerumuni banyak orang. Ada apa sebenarnya ini?
''sini aku bantu,'' pemuda itu menghulurkan tangannya buad ku. Aku hanya menerima huluran tangan nya dan langsung berdiri.
''maaf'' jawab pemuda itu ringkas lalu meninggalkan ku sambil tersenyum dengan smirk nya yang menggoda itu. Orang ramai yang mengerumuni aku yang tadi langsung pergi mengikut pemuda tadi itu. Dia siapa ya? Rasanya aku pernah lihat muka dia? Tapi di mana ya? Mengapa dia begitu menggoda? Mengapa ramai yang mengerumuni dia? Apa dia artis terkenal? Arghh, aku langsung tersedar dari lamunan bila Tiffany dan Hyoyeon memegang bahu ku. Oh ya, aku terlupa menuju ke kaunter.
''Jess, waeyo?''
''ah, aniyo.''
''kau sudah beli tiket?''
''mwo? tiket. Arghh, belum. Yah tiff , hyo aku beli dulu ya''
''Jessi, Jessi, gaya mu masih kayak dulu sajaa. Selalu keanak-anakan. Meski sudah lulus dari kuliah.''
Di dalam pesawat..
''Jess, hyo, aku udah ngak sabar loh pengen sampai di paris. Kalian kan tau, kita itu jarang bannget cuti nya. Paling-paling cuma 1 minggu. ''
''iya benerr.'' kata Hyo sambil mengangguk.
Aku hanya tersenyum dan aku masih memikirkan pasal orang itu. Kenapa jantung aku berdenyut dengan cepat bila memikirkan dia? Apakah aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama?
Charles de Gaulle Airport France,Paris
''huaaaa, akhir nya kita sampai juga yaa.. '' kata Tiffany.
''ia nii, aku ngak percaya. Cuaca disini sejuk juga yaa. Sama kayak di Korea'' kata Hyoyeon
''yasudahh, kita ambil bagasi dulu yaa. '' kata ku sambil berjalan menuju ke tempat bagasi
''ayoo!'' seru mereka berdua serentak.
**
''Excuse me, do you have any card?''
''yes, sure. wait'' kata ku kepada penjaga bagasi ini, dia tahu kami bukan orang sini justeru dia cakap English.
''oh damn! where my dompet. Fany, Hyo.. kalian tahu ngak mana dompet gue?'' kata ku cemas ketika melihat dompet ku tiada dalam beg.
''mwo? ceroboh sekali kau Jess, bentar'' kata Tiffany mengambil dompet nya.
''ohmygod! kad gue kan ada dalam dompet kau semasa kau mau beli tiket tadi. '' kata Tiffany dan Hyoyeon mengangguk.
''eh? dompet gue hilang Tiff, Hyo '' kata ku langsung menunduk.
''WHAT?!!!? seru mereka berdua serentak dan meneriak. Bagaimana mereka tidak terkejut, kalau tiada kad itu, pastinya kami ngak boleh keluar dari airport ini.
~
''apa ini punya kamu?'' tanya seorang pemuda yang datang tiba-tiba dan aku langsung menoleh kebelakang.
Oh my god! Ini kan lelaki tadi. yang menabrak aku. Buat apa dia kesini? Dan dia, bisa bicara korea?
''hello, kenapa diam?'' tanya nya yang heran melihat aku.
''oh ya, itu punya aku terima kasih ya, aku ngak tau kalau tiada kamu. Pasti aku sudah bermalam di sini. Urghh menyebalkan '' kata ku dan terus mengambil dompet dari dia. Deg! Deg! Deg! jantung ku berdenyut dengan cepat apabila aku menyentuh tanganya. Dia juga sepertinya kaget.
''dasar, lain kali jangan ceroboh ya. Cantik, tapi ceroboh'' kata nya sambil mengusap kepala ku dan langsung pergi. Lagi-lagi dia menunjukkan smirk nya yang menggoda itu. Aku langsung menunduk kerana aku tahu pasti muka aku lagi merah menahan malu..
~
''Jess, tadi yang menolong kamu itu siapa? Tampan sekali ya, lagi-lagi teman nya itu. wow! kayak nya aku pernah deh melihat mereka, tapi di mana ya?'' kata Tiffany terus berkahyal.
''aku sokong banget sama Tiffany, dia ganteng bangeett. Lagi-lagi temen dia..'' kata Hyoyeon dan juga ikut-ikutan Tiffany turut berkahyal.
''iya, aku mengaku dia sangat tampan. Emang dia ada teman? '' tanya ku pada mereka. Ishh, mereka tidak menjawab pertanyaaan ku dan terus berkahyal. Ini mereka berdua kenapa sih? Omel ku sorang-sorang.
Sabtu, 1 Jun 2013
Party Tonigh ( Part 3 )
Title -
Author - Eyraraa
Rating -
Genre - Romance
Main Case - Jessica'SNSD, Luhan'EXO-M,
Other Cast - Sehun'EXO-K, Tiffany'SNSD, Kris'EXO-M, Yuri'SNSD, Tao'EXO-K, Chen'EXO-M
Pairing - HanSica
Author Note - Enjoy okk. Tinggalkan pesan/comment selepas membaca. Kamsa ^^
Authors'POV
Selepas habis makan, Jessica meminta kebenaran pada Tiffany, Sehun dan Luhan untuk keluar mencari udara segar. Luhan yang merasa tidak sedap hati atas percakapan nya tadi pun mengikut Jessica keluar.
Jessica'POV
Ahh, apa yang dimaksudkan dengan Luhan tadi? kenapa dia mengaku depan Fany dan Sehun bahwa kami sedang berci..... arghh, Deg! deg! deg. Jantung itu, berdenyut kencang kembali.
''kau marah?'' tanya Luhan tiba-tiba muncul dibelakang ku.
''aniyo''
''jjinja?''
''ne''
''jadi, kenapa pergi?''
''mencari angin segar''
''sekarang itu hujan Jess, nanti kamu sakit.''
''apa peduli mu?''
''jelas la aku peduli sebab aku cinta sama kamu'' kata Luhan terus menutup mulut nya
''mwo?'' tanya ku padanya sedikit ragu dan berpura-pura tidak mendengar padahal aku mendengar jelas setiap perkataan yang disebutinya. Apa betul dia mencintaiku? Aku ngak salah dengar kan. Cepat-cepat Luhan memperbetulkan keadaa.
''aniyo, aku hanya menyuruh mu masuk'' dia langsung pergi dan masuk kedalam cafe semula. Yah, kini jantung ku berdegup sekencang-kencang yang mungkin. Aku yakin, aku tidak meragui perasaan ku lagi. Aku memang jatuh cinta padanya saat pertama kali aku melihat nya dan melakukan eyecontact saat di club tadi. Lalu aku pun masuk semula kedalam cafe kerana tidak tahan kedinginan diluar cafe. Luhan sepertinya boleh menggantikan Kris di hatiku.
Luhan'POV
Yahh! babo Lu. Apa yang kau cakap barusan sama Jessica. Dia kan jadi ngak enak. Aku mula menyalah kan diri kusendiri . Aku sepertinya tidak menyedari aku mengucap kan kalimat itu kembali. ''Jelas la aku peduli sebab aku cinta sama kamu.'' kau memang bodoh Lu. Perkataan ku tadi masih terngiang-ngiang di telinga ku. Apabila sampai di cafe itu semula Sehun dan Tiffany melihat ku aneh.
''kalian bertengkar ya?'' Sehun menanya ku
''ani'' jawab ku ringkas
''mana Jessica?'' Tiffany pula menanya ku
''dia akan kemari sebentar lagi''
''ok''
Auhors'POV
Sejak kejadian itu, mereka lebih memilih untuk diam. Luhan masih malu dengan apa kebodohan yang dia lakukan. Padahalkan Jessica baru sahaja berpisah dengan kekasihnya. Jelas sahaja Jessica masih cinta akan Kris, fikir Luhan sorang-sorang. Tapi tidak untuk Jessica, dia yakin hatinya sudah direbut oleh namja yang bernama Luhan.Setelah hujan mulai berhenti, mereka memutuskan untuk balik. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam membisu . Akhirnya mereka sampai dirumah Jessica. Baru sahaja Jessica mau turun, Luhan menahannya.
Jessica'POV
''gumapta Luhan'' kata ku padanya dan langsung turun. Lalu, Luhan menahanku.
''Jess, tunggu!'' dan Luhan kini sudah berada depan ku.
''Aku tak boleh sembunyi kan lama-lama perasaan ku. Saranghae Jess, aku tau kau masih sayangkan Kris. Bukan jawapan yang aku ingin, akhirnya aku dapat mengungkapkan kalimat ini kembali setelah 1 bulan yang lalu. Namanya Yoona, dia meninggalkan ku kerana seorang lelaki yang lebih prihatin terhadapnya. Terima kasih kerana berjaya mengisi kekosongan hati aku. Sejak dari itu, aku mencoba untuk tidak jatuh cinta pada sesiapa pun. Kecuali kau, berulang kali aku mencoba untuk membuang perasaan ku pada kau. Tapi, setelah menatap mata kau, aku yakin aku betul-betul jatuh cinta pada kau. Saranghae Jessica.'' kata Luhan seraya memeluk ku.
''mianhae Luhan ....'' belum sempat aku menghabiskan perkataan ku, Luhan menepis.
''gwenchana, aku kan suda cakap bukan jawapan yang aku inginkan. Berbahagialah'' Luhan mula memusingkan badannya dan masuk kereta. Aku menahannya
''Luhan! Nado''
''mwo?''
''nado saranghae, kau juga telah menggantikan tempat Kris dihatiku. Terima kasih, kerana membahagiakanku walaupun satu malam'' kata ku sambil berlinangan air mata.
''Jess, kauuuu........?''
''ne, aku juga jatuh cinta pada kau pertama kali. Aku cuba untuk menepis perasaan itu dan ia datang tiba-tiba'' Luhan hanya tersenyum dan pergi dekat ke arah ku. Dia memeluk tubuh ku dan menyatukan bibir kami. Akhirnya, aku dapat hidup bahagia bersama Luhan dan melupakan lelaki yang kurang ajar tu.
''saranghae, Luhan''
''Nado saranghae my Jess, would you be my girlfriend?''
''sure''
Malam itu akan menjadi malam yang paling berharga buat ku dan malam juga malam yang sedikit menyebalkan.
- END -
Author - Eyraraa
Rating -
Genre - Romance
Main Case - Jessica'SNSD, Luhan'EXO-M,
Other Cast - Sehun'EXO-K, Tiffany'SNSD, Kris'EXO-M, Yuri'SNSD, Tao'EXO-K, Chen'EXO-M
Pairing - HanSica
Author Note - Enjoy okk. Tinggalkan pesan/comment selepas membaca. Kamsa ^^
Authors'POV
Selepas habis makan, Jessica meminta kebenaran pada Tiffany, Sehun dan Luhan untuk keluar mencari udara segar. Luhan yang merasa tidak sedap hati atas percakapan nya tadi pun mengikut Jessica keluar.
Jessica'POV
Ahh, apa yang dimaksudkan dengan Luhan tadi? kenapa dia mengaku depan Fany dan Sehun bahwa kami sedang berci..... arghh, Deg! deg! deg. Jantung itu, berdenyut kencang kembali.
''kau marah?'' tanya Luhan tiba-tiba muncul dibelakang ku.
''aniyo''
''jjinja?''
''ne''
''jadi, kenapa pergi?''
''mencari angin segar''
''sekarang itu hujan Jess, nanti kamu sakit.''
''apa peduli mu?''
''jelas la aku peduli sebab aku cinta sama kamu'' kata Luhan terus menutup mulut nya
''mwo?'' tanya ku padanya sedikit ragu dan berpura-pura tidak mendengar padahal aku mendengar jelas setiap perkataan yang disebutinya. Apa betul dia mencintaiku? Aku ngak salah dengar kan. Cepat-cepat Luhan memperbetulkan keadaa.
''aniyo, aku hanya menyuruh mu masuk'' dia langsung pergi dan masuk kedalam cafe semula. Yah, kini jantung ku berdegup sekencang-kencang yang mungkin. Aku yakin, aku tidak meragui perasaan ku lagi. Aku memang jatuh cinta padanya saat pertama kali aku melihat nya dan melakukan eyecontact saat di club tadi. Lalu aku pun masuk semula kedalam cafe kerana tidak tahan kedinginan diluar cafe. Luhan sepertinya boleh menggantikan Kris di hatiku.
Luhan'POV
Yahh! babo Lu. Apa yang kau cakap barusan sama Jessica. Dia kan jadi ngak enak. Aku mula menyalah kan diri kusendiri . Aku sepertinya tidak menyedari aku mengucap kan kalimat itu kembali. ''Jelas la aku peduli sebab aku cinta sama kamu.'' kau memang bodoh Lu. Perkataan ku tadi masih terngiang-ngiang di telinga ku. Apabila sampai di cafe itu semula Sehun dan Tiffany melihat ku aneh.
''kalian bertengkar ya?'' Sehun menanya ku
''ani'' jawab ku ringkas
''mana Jessica?'' Tiffany pula menanya ku
''dia akan kemari sebentar lagi''
''ok''
Auhors'POV
Sejak kejadian itu, mereka lebih memilih untuk diam. Luhan masih malu dengan apa kebodohan yang dia lakukan. Padahalkan Jessica baru sahaja berpisah dengan kekasihnya. Jelas sahaja Jessica masih cinta akan Kris, fikir Luhan sorang-sorang. Tapi tidak untuk Jessica, dia yakin hatinya sudah direbut oleh namja yang bernama Luhan.Setelah hujan mulai berhenti, mereka memutuskan untuk balik. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam membisu . Akhirnya mereka sampai dirumah Jessica. Baru sahaja Jessica mau turun, Luhan menahannya.
Jessica'POV
''gumapta Luhan'' kata ku padanya dan langsung turun. Lalu, Luhan menahanku.
''Jess, tunggu!'' dan Luhan kini sudah berada depan ku.
''Aku tak boleh sembunyi kan lama-lama perasaan ku. Saranghae Jess, aku tau kau masih sayangkan Kris. Bukan jawapan yang aku ingin, akhirnya aku dapat mengungkapkan kalimat ini kembali setelah 1 bulan yang lalu. Namanya Yoona, dia meninggalkan ku kerana seorang lelaki yang lebih prihatin terhadapnya. Terima kasih kerana berjaya mengisi kekosongan hati aku. Sejak dari itu, aku mencoba untuk tidak jatuh cinta pada sesiapa pun. Kecuali kau, berulang kali aku mencoba untuk membuang perasaan ku pada kau. Tapi, setelah menatap mata kau, aku yakin aku betul-betul jatuh cinta pada kau. Saranghae Jessica.'' kata Luhan seraya memeluk ku.
''mianhae Luhan ....'' belum sempat aku menghabiskan perkataan ku, Luhan menepis.
''gwenchana, aku kan suda cakap bukan jawapan yang aku inginkan. Berbahagialah'' Luhan mula memusingkan badannya dan masuk kereta. Aku menahannya
''Luhan! Nado''
''mwo?''
''nado saranghae, kau juga telah menggantikan tempat Kris dihatiku. Terima kasih, kerana membahagiakanku walaupun satu malam'' kata ku sambil berlinangan air mata.
''Jess, kauuuu........?''
''ne, aku juga jatuh cinta pada kau pertama kali. Aku cuba untuk menepis perasaan itu dan ia datang tiba-tiba'' Luhan hanya tersenyum dan pergi dekat ke arah ku. Dia memeluk tubuh ku dan menyatukan bibir kami. Akhirnya, aku dapat hidup bahagia bersama Luhan dan melupakan lelaki yang kurang ajar tu.
''saranghae, Luhan''
''Nado saranghae my Jess, would you be my girlfriend?''
''sure''
Malam itu akan menjadi malam yang paling berharga buat ku dan malam juga malam yang sedikit menyebalkan.
- END -
Rabu, 29 Mei 2013
Party Tonight ( Part 2 )
Title -
Author - Eyraraa
Rating -
Genre - Romance
Main Case - Jessica'SNSD, Luhan'EXO-M,
Other Cast - Sehun'EXO-K, Tiffany'SNSD, Kris'EXO-M, Yuri'SNSD, Tao'EXO-K, Chen'EXO-M
Pairing - HanSica
Author Note - Enjoy okk. Tinggalkan pesan/comment selepas membaca. Kamsa ^^
Authors'POV
Setelah kejadian tadi, mereka berempat hanya duduk dan tidak ada siapa yang bercakap. Masing-masing memikirkan masalah tadi. Sesekali Luhan melirik Jessica, Jessica juga melirik Luhan melalui ekoran matanya dia tidak berani menatap mata Luhan. Dia takut akan jatuh cinta pada Luhan. Begitu juga Sehun dan Tiffany. Hening, tiada bicara. Hanya ekoran mata sahaja yang bergerak melirik masing-masing. Dalam hening itu, Sehun sedikit shock dengan apa yang dia lihat dia terus memangil Luhan dan menunjuk dekat dua orang ajjushi yang baru masuk keperkarangan club ini.
Luhan'POV
aku melihat apa yang ditunjuk Sehun. mwo? Appa!? kata ku tidak pasti. Apa yang dia buat di sini?
Jessica'POV
aku heran melihat wajah Luhan yang bodoh itu. Apa dia lihat? Ahh, aku tidak peduli dan terus memandang di persekitaran tempat ini.
Luhan'POV
''Appa!'' kataku sambil memanggil appa yang baru masuk kedalam club ini.
Authors'POV
Tuan Jung dan Tuan Xi sedang dalam perjalanan ketempat mereka berempat. Mereke kelihatan begitu akrab. Sesudah mereka sampai Luhan terus memeluk appa nya dan Tuan Jung. Tuan Jung berasa terkejut apabila dia meliat puterinya itu. Luhan hanya memandang aneh Tuan Jung. ''Jessica Jung Sooyeon, apa yang kau buat disini?''
Jessica'POV
Siapa orang yang Luhan panggil appa itu? Ceh, tidak menarik langsung. Tiba-tiba ada yang memangill ku. Yah, aku kenal suara itu. Aku terus memusingkan badan ku dan melihat orang itu. Ya benar, ''appa? apa yg appa buat disini?'' kata ku terkejut. ''seharusnya, appa yang menanya kamu apa yang kamu buat di sini Jessica?'' kata appa ku. ''bukannya kau menemui Kris?'' aku hanya diam. ''annyeong ajjushi~ '' kata Tiffany tiba-tiba dan berbungkuk 90'darjah. ''eh, Fany. Kamu juga ada disini?'' ''ya ajjushi.'' kata Tiffany sambil melihatkn eye-smile nya itu. ''appa. Appa belum jawab pertanyaaku. Apa appa buat disini? '' Hahaha, bagaimana boleh appa tidak berada di sini sedangkan Club ini appa dan Tuan Xi yang punya.'' ''mwo? Starligth Club nii appa punya? kenapa appa tidak pernah memberitahu aku selama ini'' ''sejak bila kau berminat mengetahui apa yg appa buat?'' kata appa ku memainkan aku. ''cehh,'' jawab ku kesal. ''Oh ya, lupa-lupa sedang apa kalian berempat buat di sini? Luhan? Jessica? Sehun? Tiffany? kalian berkencan ya?'' tanya appa ku menebak. ''Ya'' kata Sehun dan Tiffany serentak. ''mwo! andwae.'' kata ku sambil menggeleng-gelengkan kepala ku. ''Oh ya Jess, mana Kris?'' perkataan appa ku itu betul-betul membuat ku schock. Aku hanya menggeleng lemah.
Luhan'POV
Mwo? Jessica ini anak nya Tuan Jung? Pantas saja pergaulan nya terbatas. Aku berasa sangat terkejut mendengar itu. Ahh, pantas saja dia manja dia mempunyai orang tua seperti ku. Rasanya, aku mulai tertarik dengan Jessica. Aku hanya bisa menatap perbualan anak beranak itu heran. Sekejap, sepertinya aku mendengar nama seorang namja ya. Kris? siapa Kris? Temanya? Shabatnya? atau yang lebih parah lagi namja chinggu nya.
Jessica'POV
''appa hampir terlupa Jess. Ini teman appa, Tuan XI. ayahnya Luhan. Dia dan appa yang membangunkan club ini. ''mwo? Appa dan ayahnya Luhan?'' ''ne,'' ''Annyeong ajjushi~ Jung Sooyeon imnida.'' kata ku memperkenalkan diri dan membungkuk kn sedikit badan ku tanda aku menghormatinya. Ketika appa ku ingin pergi aku menahannya '' Appa, nanti aku ikut appa pulang ya?'' kata ku berharap. ''aduh Jess, maaf. Selepas ini appa harus pergi ke Tiara Hotel untuk menandatangani surat di sana. Pasti akan memakan masa yang lama dan lebih parahnya lagi, mungkin appa tidak pulang kerumah. ''yahh'' kata ku sedikit protes. ''hmm, kamu ikut Luhan saja neh'' kata appa memujuk ku. ''mwo? Luhan?'' kata ku terkejut. ''Kamu bisa kan hantar Puteriku ini balik rumah kn Luhan?'' ''ah, n..n..ee nee.'' jawab Luhan gugup. Appa memeluk ku dan pergi bersama ayahnya Luhan.
Luhan'POV
Aku langsung terkejut bila Tuan Jung menyuruh ku menghantar puterinya pulang kerumah. Aduh, kenapa aku jadi gugup bercakap? Tuh Sehun jadi ketawa kn aku.. awas kau Hunnie. Deg!Deg!Deg! jantung ku bergerak pantas apabila Jessica memegang tanganku dan menyuruh menghantarnya pulang.
Jessica'POV
Haishh, kalau bukan tiada appa. Aku tidak mahu dihantarin sama Luhan. Aku terus terus menarik tangan Luhan supaya menghantarku pulang. Tanpa aku sedar, aku telah memegang tanganya. Deg! Deg! Deg! lagi-lagi jantung ku berdenyut cepat. Ohh, tuhan . ada apa ini? Aku terus menarik tangan Luhan keluar selepas meminta izin dari Tiffany. Ya, dia sudah pasti mengikut Sehun. Sepanjang perjalanan pergi ke kereta Luhan. Tiada yang berbicara ketika ini. Bahkan aku masih memegang tangannya Luhan tanpa aku sedari. Kini suda sampai di tempat parking kereta nya. ''Yahh, Lu. Jangan diam terus cepat buka pintunya'' ''Bagaimana aku mau membuka pintu, bahkan kau masih memegang tanganku erat. Kau menyukaiku ya?'' katanya menggoda. Ya, aku sama sekali tidak menyedari itu. ''oh, ituu anuu.. ya.'' kataku gugup ''ya sudah, cepat masuk'' kata Luhan sambil membuka pintu mempersilakan aku masuk. Deg! Deg! Deg! jantung ku kembali berdenyut. Luhan masuk kedalam kereta dan memakai tali pinggang. Dia melihat ku kerana tidak memakai tali pinggang. ''hey kau. pakai la set belt itu.'' ''tidak mahu'' ''manja sekali kau Jess'' Luhan terus memakai kan tali pinggang nya untuk aku. Aku yang dari tadi memandang ke sisi kiri mulai memandang ke sisi kanan. Ya ampun, dekat sekali muka aku dan Luhan. Aku terasa hangat dan memerah pipinya. Begitu juga dengan dia. Semakin lama semakin dekat. Aku memejam kan mataku, begitu juga dengan Luhan tiba-tiba ''phonnn! phoonnn! ada sebuah kereta yang menhon kan kearah kami. Luhan terus memakai kn tali pinggang nya untuk aku dan segera duduk di tempat nya kembali. Deg! Deg! Deg ! jantung ku semakin laju berdenyut, seperti ingin keluar. Begitu juga dengan Luhan. Pipi nya memerah. Aku dan Luhan melihat siapa orang yang membunyikan hon tadi. Lebih tepatnya, menganggu kami tadi *-,- . Ternyata itu Sehun dan Tiffany. Mereka hanya ketawa memandang kami. Mereka tidak tahu yang sekarang kami lagi sedang menahan malu akibat kejadian tadi. Sehun memberi isyarat kepasa Luhan agar pegi ke suatu tempat. Luhan hanya bisa mengangguk tanda mengerti.
Luhan'POV
Ada apa denganku? Kenapa jika setiap kali aku dekat dengan Jessica. Jantung ku selalu berdenyut kencang. Apakah ini yg dinamakan jatuh cinta? Sepanjang perjalanan kami hanya diam mebisu memikirkan kejadian tadi. Aku mulai membuka bicara ''mianhae'' kata ku lemah. ''g..gwenchana'' kata nya sedikit gugup. ''kau tak marah kan sama aku?'' ''takkan sebab itu aku mesti marah Lu.'' hati ku senang mendengarnya .Aku hampir terlupa, aku ingin menanyanya satu soalan. ''Jess, boleh aku tanya satu soalan?'' ''ne'' jawab nya ringkas. ''siapa Kris?'' ''mwo? ahh, ani....'' belum sempat dia menuturkan perkataan aku terus memotong ''tidak apa kalau kau tidak mahu menjawab. Aku sekadar bertanya dan ingin tahu'' Jessica kelihatan pasrah. ''dia namja chingu ku. Atau lebih tepat dia bekas kekasihku. '' ''ohh, mengapa kalian putus?'' kata ku seperti menahan cemburu. Ya? hati ku seperti sakit mendengar Jessica bercakap bahawa Kris namja chingu nya. ''aku dan dia putus baru senja tadi. Dia berlaku curang bersama sahabat ku Yuri'' jawab nya sedikit sedih dan tunduk. ''mian Jess aku tidak tah...'' belum sempat aku menghabis kan kata-kata ku Jessica terus mencela ''gwenchana, tiada salah nya kan menanya'' ucap Jessica sambil tersenyum manis ke arahku. Jujur saja, jantung ku seperti mau keluar. Benar-benar luluh hatiku melihat Jessica senyum sangat manis bahkan sungguh manis. ''kita mahu kemanna?'' tanya Jessica memulakan perbicaraan yang sejak tadi lengang. ''lihat saja nanti'' kata ku padanya. ''cehh'' cibir Jessica. Aku hanya tersenyum melihat aksi manja nya itu. Dia memang perempuan yang aneh.
Auhors'POV
Mereka berempat dalam perjalanan menuju ke Genie Cafe. Mereka lebih memilih makan dan minum di cafe itu daripada makan dan minun di club yang bising. Hanya ada dua kereta di jalan itu. Iaitu Luhan dan Jessica, Sehun dan Tiffany. Mungkin keadaan yang hujan membuat kan orang ramai lebih selesa berehat dirumah masing-masing. Lagipula, sekarang sudah jauh larut malam.
Jessica'POV
''YAHH, buat apa kita ke sini?'' tanya ku pada Luhan apabila dia memarking kan kereta nya di depan sebuah cafe. ''makanlah, jadi mau buat apa?'' kata Luhan santai. '' aku ngak mau'' ''yasudahh, ku dengar kan Jess. di sini ni ada sat.....'' aku terus memotong perkataan Luhan. ''yayaya, aku turun'' kata ku sambil memuncungkan mulut ku. ''mudah sekali memujuk mu Jess'' ''ceh, kalau begitu aku di sini saja lah'' ''yah, kau mau ku gendong? '' mwo? ngakkk.. aku turun'' kata ku terus membuka pintu untuk turun. Luhan hanya ketawa melihat kelakuan ku.
Luhan'POV
Mengapa senang sekali hatiku apabila dapat mempermainkan dia? Apa aku betul-betul sudah jatuh cinta sama anak Tuan Jung ini? Aku ngak pernah ceria begini sejak aku putus dengan Yoona 1 bulan lepas. Ahh, aku tidak peduli. yang penting, yeoja depan ku ini betul-betul membuat ku penasaran dan jatuh cinta. Aku terus memandangnya
Jessica'POV
Aku jadi tidak nyaman bila Luhan terus memandang ku begitu. ''yahh, kenapa kau memandangku? Ada yang aneh ya?'' ''kau cantik Jess'' langsung pipi ku merah bila Luhan cakap begitu. Sekali lagi, hati ku jadi tidak keruan Deg!Deg!Deg! dia datang kembali. Aku jadi heran, apa benar hatiku sudah direbut Luhan sejak kali pertama aku berjumpa nya tadi. Aku jadi tidak berani menatapnya. Tiba-tiba Tiffany dan Sehun datang sambil berpegangan tangan. Aku terkejut dan terus memandang mereka. Aku lihat wajah cerianya Fany dan Sehun sambil ketawa-ketawa. ''Jessie, cuba kau teka kami lagi apa?'' kata Tiffany seraya mendekat ke arah ku. Aku hanya mengeleng-gelengkkan kepala ku tanda tidak tahu. ''Kami jadian loh'' ''what? kau dan Sehunn?. chukkae'' kata ku santai dan terkejut. Aku juga lihat Luhan terkejut mendengar itu. ''bagaimana bisa?'' kata ku kembali. ''rahsia dong'' ''cihh,'' ''Jess, kamu bila lagi?'' ''apa yang bila?'' ''kau dan Luhan jadian?'' aku hanya bisa menelan air liur ku. Ku lihat Luhan hanya tunduk mendengar itu. ''iya, Hyung. Kalian bila lagi?'' tanya Sehun lantas menatap aku dan Luhan. ''aku juga lihat kalian sedang berciuman kan tadi?'' kata Tiffany mengerdipkan satu matanya kearah ku. Aku tidak tahu hendak bicara apa lagi. Aku akan selalu kalah bila berlawan cakap dengan Fany. ''ohh, itu. anuu..'' belum habis aku berkata Luhan memotong ''ya, kami memang berciuman tadi. Pipi ku memerah dan aku menjadi marah dengan perkataan yang Luhan cakap tadi. Aku langsung mengalih kan muka ku ke sisi tanda marah. Luhan hanya tunduk dan memainkan Hp nya. Paling-paling cuma menekan Menu,back,menu,back.














